Di tengah kondisi perekonomian yang lesu dan penuh ketidakpastian, ada saja oknum yang memanfaatkan situasi dengan melakukan penipuan demi meraup keuntungan.  Sering kita dengar masyarakat menjadi korban penipuan berkedok investasi atau investasi bodong.

Kasus penipuan berkedok investasi sebenarnya bukanlah hal baru di Tanah Air.  Tapi anehnya, mengapa hal ini selalu terjadi berulang dan menimbulkan kerugian yang tidak sedikit?  Apakah karena masyarakat kita yang cenderung tidak berhati-hati dan selalu ingin meraih profit instan? Ataukah ada penyebab lainnya?

Menurut  pengamat investasi dari  Strategi Investasi PT Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat, tingginya kasus investasi bodong  di Indonesia disebabkan masih rendahnya pemahaman masyarakat terkait investasi.

Budi menjelaskan dalam  berinvestasi, masyarakat seharusnya memiliki landasan atau pondasi yang kuat yakni ilmu dan pemahaman. Ilmu investasi inilah yang seharusnya dimiliki setiap orang yang mau berinvestasi. Menurutnya masyarakat perlu mendapat edukasi dan pemahaman yang benar karena investasi itu ibarat menanam keberuntungan.

Dalam berinvestasi, lanjut Budi, masyarakat tidak cuma ikut-ikutan tren saja. “Misalnya begini, jangan semuanya menanam cabai, karena saat panen terjadi oversupply dan harga cabai turun. Karena itu harus dilihat pula ke depannya,” ujarnya seperti dilansir DetikFinance.

Tak bisa dipungkiri,  banyak masyarakat yang gampang terbuai janji-janji  untung besar dalam waktu singkat.

“Masalahnya orang ini sekarang lebih mudah terpengaruh cuan tinggi, padahal dalam investasi seharusnya tidak seperti itu. Ingat investasi itu tidak hanya bisa masuk (setoran uang) tetapi juga mudah untuk keluar (setoran ditarik),” jelasnya.

Tips Hindari Investasi Bodong

Agar tak terjebak investasi bodong, ada beberapa tips yang bisa dijadikan panduan. Sejumlah poin ini penting untuk diperhatikan saat akan berinvestasi agar kita tidak mengalami kerugian.

1. Ketika ada penawaran, cobalah lebih kritis terhadap janji keuntungan yang ditawarkan. Apakah logis antara modal dengan profit yang dijanjikan?

2. Sadarlah selalu bahwa dalam berinvestasi tidak ada satu pun bentuk investasi yang tidak memiliki risiko.   Pastikan sobat memperhitungkannya sebelum mengambil keputusan, dan apakah sobat sudah siap dengan risiko tersebut.

3. Sebelum mengambil keputusan, selalu periksa kembali lembar perizinan dan legalitasnya. Selalu pelajari asal-usul lembaga investasi.

4. Update selalu dengan perkembangan saat ini. Pahami perkembangan modus penipuan investasi terkini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here