investasi reksadana
investasi reksadana (sumber : www.pixabay.com)

Menjelang pergantian tahun, tak ada salahnya Sobat mulai melakukan evaluasi terkait investasi. Apakah investasi yang telah dijalankan selama 2020 ini sudah tepat sasaran dan mencapai target? Bila perlu, lakukanlah perubahan strategi investasi di tahun 2021 mendatang agar investasi di tahun depan mencapai hasil yang lebih maksimal.

Dalam menyusun strategi investasi, salah satu yang perlu dilakukan adalah meneropong proyeksi dan prospek investasi untuk beberapa waktu ke dapan. Sobat pastinya perlu melihat bagaimana tren serta perkembangan terkini yang dapat memengaruhi investasi.

Prospek Jangka Menengah hingga Jangka Panjang

Bila Sobat saat ini sedang atau akan memilih investasi reksadana saham. Ada kabar baik terkait prospek reksadana saham ini dalam beberapa waktu ke depan. Para pengamat ekonomi memperkirakan, prospek reksadana saham di jangka menengah hingga jangka panjang diyakini masih akan positif.

Seperti dilansir Kontan, pengamat investasi menilai ada banyak sentimen positif yang akan menopang kinerja instrumen investasi satu ini dalam beberapa waktu ke depan.

BACA JUGA : Investasi Rp10Juta di Reksadana Tokopedia Berapa Untungnya?

Faktor yang Mempengaruhi

Apa saja faktor penting yang mempengaruhinya? Associate Director PT Ashmore Asset Management Indonesia, Steven Satya Yudha menyatakan beberapa hal positif yang mendorong pemulihan ekonomi yang pada gilirannya akan mendongkrak kinerja reksadana saham yakni :

Situasi Politik Dunia

Pasca kemenangan Joe Biden dalam Pemilhan Presiden Amerika Serikat, hubungan politik dan perdagangan AS dan negara-negara berkembang diharapkan semakin membaik.

Perkembangan Positif Vaksin Covid-19

Pembuatan vaksin Covid-19 yang sudah berada di fase akhir oleh beberapa perusahaan farmasi seperti Pfizer, Moderna, Sinovac. Hal ini mendorong pemulihan ekonomi lebih cepat.

Pengesahan Omnibus Law.

UU ini diyakini mendorong peningkatan arus dana asing masuk atau foreign direct investment (FDI) dan domestic direct investment (DDI). Hal in dipercaya akan meningkatkan daya beli dalam jangka panjang.

Di luar ketiga faktor tersebut, Steven menilai valuasi pasar saham saat ini juga relatif menarik. Laporan pendapatan emiten kuartal ketiga 2020 juga cenderung lebih baik dari ekspektasi.   Dengan situasi suku bunga yang rendah di dalam maupun luar negeri, aliran dana akan konsisten masuk ke pasar saham.

BACA JUGA : Mengenal Investasi Reksadana

Data menunjukkan, permintaan reksadana saham mulai kembali pulih terutama dari investor institusi yang tahun ini cenderung tertinggal dibandingkan investor retail.  Dengan kondisi pasar seperti ini, Steven menyarankan investor untuk mulai melihat horizon waktu investasi yang lebih panjang dibanding sekedar mengejar profit jangka pendek.

“Ini karena siklus yang akan dihadapi dalam dua tahun hingga tiga tahun ke depan akan relatif lebih stabil dan positif dibandingkan tiga tahun ke belakang yang memiliki banyak gangguan seperti perang dagang dan pandemi,”kata Steven.

Terkait tren suku bunga rendah, Steven menilai itu akan memicu permintaan yang lebih tinggi terhadap reksadana saham maupun pendapatan. Ditambah lagi, likuiditas di sistem perbankan saat ini cenderung tinggi.

BACA JUGA : Cara Memilih Manajer Investasi Reksadana Terbaik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here