Memahami risiko investasi sangat penting artinya bagi sobat sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi. Berbicara mengenai resiko dalam investasi reksadana, topik ini jarang sekali dibahas atau diungkap oleh pihak atau lembaga penyedia investasi reksadana.

Resiko dalam reksadana sebenarnya bukan hal yang perlu ditakuti, karena hal ini pun selalu ada da semua instrumen keuangan. Apakah itu dalam reksadana, obligasi maupun saham. Namun yang penting, sebelum berinvestasi di Reksadana, sobat harus paham apa resikonya.

Risiko Terkecil

Di antara semua jenis reksadana, reksadana pasar uang adalah jenis yang resikonya paling kecil karena uang sobat akan masuk ke deposito, maka keuntungannya juga setiap tahunnya mirip dengan deposito. Pada tahun 2017 lalu misalnya, rata-rata profitnya antara 4 sampai 6% per tahun.

BACA JUGA : Memilih Reksadana Online Terbaik

Resiko deposito kecil dengan asumsi kalau tiba-tiba ekonomi Indonesia hancur, deposito itu masih dijamin oleh LPS. Maksudnya kalau banknya bangkrut, LPS yang akan mengganti uang deposito kita di bawah Rp2 miliar. Sedangkan kalau uang sobat yang diinvestasikan di reksadana pasar uang sebenarnya tidak ada yang menjamin.

Kalau di reksadana pendapatan tetap dan reksadana campuran, resikonya akan semakin besar. Pasalnya, uang sobat suda sudah mulai diinvestasikan dalam bentuk obligasi dan saham. Berarti mulai ada resiko penurunan harga untuk reksadana pendapatan tetap dan campuran. Dalam setahun, profit dari dua jenis reksadana ini memang jumlahnya bisa 3 kali lipat lebih besar dari deposito. Tetapi karena ada resiko penurunan harga, mungkin aja dalam setahun yang kita terima bahkan di bawah bunga deposito. Akan sangat tergantung harga obligasi dan harga saham.

BACA JUGA : Sebarapa Untung Investasi Reksadana?

Risiko Terbesar

Di antara jenis reksadana, resikonya paling besar adalah di reksadana saham, walaupun biasanya tidak akan jauh dari pergerakan indeks IHSG .Ya, tapi kalau sobat salah timing atau salah pilih manajer investasi, bisa aja dalam 3 tahun modal kita tergerus terus, dan tidak pernah untung.

Reksadana saham ini kerap digadang-gadang bisa mendatangkan keuntungan paling besar. Bahkan ada yang menjanjikan profit sampat 20% per tahun. Faktanya, reksadana terbaik saja itu rata-rata keuntungannya 12 sampai 16% per tahun. Itu adala yang terbaik, yang lain mungkin akan sangat bervariasi dalam jangka waktu 5 tahun. Ada yang per tahunnya hanya 4% atau bahkan lebih kecil, dan ini jelas lebih kecil dibandingkan deposito.

Nah bagaimana sobat IdeInvestasi? Tertarik dengan Reksadana yang jenis mana? Semua keputusan ada di tangan sobat..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here