Manajer Investasi Reksadana Terbaik === >> Sobat IdeInvestasi, salah satu penopang keberhasilan dalam berinvestasi reksadana adalah kinerja manajer investasi (MI). Peran MI sebagai pihak pengelola portofolio reksadana  nasabah sangatlah krusial. Kinerja reksadana akan sangat ditentukan oleh kepiawaian manajer investasi dalam meracik portfolio instrumen investasi reksadana.

Untuk itulah, sebagai investor kita pun perlu memilih manajer investasi yang tepat dan memiliki portofolio yang baik. Dengan manajer investasi reksadana terbaik, hasil investasi sobat tentunya akan lebih optimal.

Agar sobat dapat memilih manajer investasi reksadana terbaik, sobat harus meneliti portofolionya melalui informasi yang tersedia.  Ketika sobat memilih reksadana, sebetulnya yang kita pilih bukan hanya manajer investasinya tapi juga produknya. Satu manajer investasi bisa mengeluarkan banyak produk.

Di artikel ini, akan diberikan contoh dua Manajer Investasi, yaitu BNP Paribas dan Mandiri Investa.  BNP Paribas sendiri menawarkan banyak produk, di antaranya BNP Paribas Infrastruktur Plus, BNP Paribas Omega dan BNP Paribas Pesona, dsb. Mandiri Investa juga punya beberapa produk, misalnya Mandiri Investa Ekuitas Dinamis, Mandiri Global Sharia Equity Dollar, dan Mandiri Investa Atraktif.

Setiap produk yang ditawarkan bisa berbeda jenisnya. Satu manajer investasi bisa memiliki produk reksadana pasar uang dan juga reksadana saham. Dan setiap produk bisa memiliki strategi berbeda. Misalnya, ada yang fokus ke saham-saham infrastruktur, ada yang fokus ke saham saham consumer, dan sebagainya.

Fund Fact Sheet dan Prospektus

Ada dua dokumen yang sobat bisa baca untuk mendapatkan gambaran tentang manajer investasi, yaitu strategi investasi dan instrumen apa yang sedang dipegang oleh sebuah produk reksadana. Dua dokumen ini adalah Fund Fact Sheet  dan Prospektus. Dokumen ini bisa didownload dari website tempat kita membeli reksadana dan dari website Manajer Investasinya.

Misalnya, kalau kita beli Reksadana di Bareksa.com. Fund Fact Sheet dan Prospektusnya bisa ditemukan di laman produk reksadananya. Setelah sobat masuk ke web Bareksa, lalu cari di menu Data&Alat Lalu pilih salah satu produk reksadana yang diinginkan. Misalnya BNP Paribas Infrastruktur Plus.  Di laman produk ini nanti akan ditemukan Fund Fact Sheet dan Prospektus seperti gambar di bawah ini.

memilih manajer investasi reksadana
memilih manajer investasi reksadana (sumber http://bareksa.com)

Atau sobat juga dapat mendownload langsung dari laman manajer investasinya. Misalnya kalau manajer investasi sobat adalah Mandiri Investa, dua dokumen tersebut dapat dilihat di laman Mandiri Manajemen Investasi yang terdapat di Bareksa.  Sobat bisa menemukannya di link  Daftar Manajer Investasi.

Informasi penting apa yang bisa diperoleh dari Fund Fact Sheet?

Kinerja

Dari dokumen Fund Fact Sheet sobat bisa mendapat lumayan banyak informasi.  Salah satunya kita bisa melihat kinerja reksadana selama 5 tahun terakhir, dan juga dibandingkan dengan tolok ukur (benchmark). Dalam Reksadana saham, biasanya benchmarknya adalah indeks atau IHSG.

Idealnya, reksadana yang kita pilih harus lebih bagus atau setidaknya mendekati kinerja IHSG. Sobat bisa lihat dari grafik dan dari tabel, misalnya bisa lihat di produk Danareksa Mawar Konsumer 10. Sejak 2011, produk ini selalu mengalahkan IHSG. Dilihat di grafik, saat IHSG naik, produk ini naiknya lebih tajam.

memilih manajer investasi reksadana
(Sumber foto : http://bareksa.com)

Laporan Danareksa Mawar Konsumer 10 di tabel di atas akan lebih terlihat juga kinerjanya. Misalnya, saat 1 bulan terakhir IHSG  stagnan di minus 0,8%. Ternyata dalam periode yang sama 1 bulan itu, produk Danareksa Mawar Konsumer 10 ini naik lebih dari 4%. Di sini juga terlihat adanya fluktuasi yang sangat tinggi. Nilainya bisa naik, kemudian turun. Memang dibandingkan bulan lalu naik 4%,  tapi kalau kita belinya 3 bulan yang lalu, ternyata turun minus 3,5%. Dan bayangkan kalau kita beli di tahun 2013 saat sedang tinggi kemudian jatuh, kita harus menunggu sampai tahun 2015 baru nilainya balik lagi.

Jadi produk ini memang cocoknya untuk investasi jangka panjang. Karena walaupun memang pada akhirnya terlihat akan naik terus, tapi kita harus bisa sabar menunggu apabila sedang turun nilainya.

Sebaliknya, ini juga ada contoh Fund Fact Sheet produk reksadana pasar uang Danareksa Seruni Pasar Uang 2. Di grafik  terlihat bahwa tak ada naik turun. Berarti resikonya jauh lebih rendah. Sobat bisa membeli kapanpun dan seharusnya ketika sobat harus jual, hampir pasti posisinya sedang tidak merugi.

memilih manajer investasi reksadana
Danareksa Seruni Pasar Uang 2. (Sumber foto : http://bareksa.com)

Tapi ini berarti returnnya juga akan lebih konservatif. Kalau di produk Danareksa Mawar Konsumer 10, dalam satu bulan bisa naik lebih dari 4%, untuk danareksa Seruni pasar Uang 2 ini, dalam sebulan hanya naik 0,35%.

Alokasi Investasi

Dari Fund Fact Sheet ini sobat juga bisa mendapat gambaran alokasi investasi reksadana kita ada di mana. Pertama, dari 5 efek terbesar yang sedang dipegang.  Dari gambar di bawah tampak, pegangan terbesarnya adalah saham Bank BCA, BRI dan BNI.  Sobat juga bisa melihat sektor apa saja yang sedang dipegang. Terlihat di gambar, paling banyak ada di saham keuangan yaitu bank, dan kedua di sektor infrastruktur. Kalau Reksadana pasar uang atau pendapatan tetap bagian ini akan terisi dengan nama deposito atau nama obligasi yang sedang dipegang.

memilih manajer investasi reksadana
Alokasi Investasi Produk Reksadana  (sumber foto: http://www.bareksa.com)

Biaya

Dari Fund Fact Sheet ini kita juga bisa melihat berapa fee yang harus dibayar untuk Reksadana. Di produk Mawar Konsumer 10 ini misalnya, fee atau biaya belinya maksimal 3% (lihat gambar bawah).   Dan kalau kita menjualnya kurang dari kurun waktu 2 tahun feenya maksimal sebesar 2%. Tetapi hal ini juga tergantung dari tempat kita membeli reksadana. Bisa saja tetap gratis kalau sobat membelinya di perusahaan sekuritas atau e-commerce.

cara memilih manajer investasi reksadana
Fund Fact Sheet Reksadana Mawar Konsumer 10 (sumber foto : http://bareksa.com)

Prospektus

Kalau sobat ingin menggali lebih dalam lagi, sobat bisa buka dokumen prospektus.  Di prospektus, ada sejumah info penting yang bisa sobat peroleh, yaitu Detil Manajer Investasi dan Bank Kustodian

Di prospektus, dijelaskan secara detail tentang manajer investasi serta bank kustodian, termasuk tentang tim yang mengelola dana kita.  Sobat juga bisa mengetahui tentang strategi investasi yang akan dilakukan.

Misalnya, di prospektus reksadana Mandiri Investa Ekuitas Dinamis misalnya (lihat gambar di bawah),  tertulis bahwa 80% sampai 100% dana yang dikelola akan diinvestasikan ke saham. Tetapi, tidak pada saham-saham 20 perusahaan dengan kapitalisasi terbesar. Berarti, reksadana ini akan invest dengan kapitalisasi menengah dan kecil.

cara memilih manajer investasi reksadana
prospektus Mandiri Investa Ekuitas Dinamis

Di dokumen prospektus sobat juga dapat menemukan data tentang daftar saham dan  apa saja yang dipegang per laporan akhir tahun lalu. Di situ akan terlihat semua saham yang dipegang.

BACA JUGA : Review Reksadana Bibit

Informasi yang kita bisa baca di Fund Fact Sheet dan di prospektus ini memang cukup penting. Tetapi, pada akhirnya sobat sendirilah yang harus membandingkan satu reksadana dengan reksadana yang lain.  Ini tentu membutuhkan effort yang cukup besar karena banyak sekali produk yang  bisa sobat pilih.  Di Bareksa saja misalnya, tersedia 150 lebih pilihan produk reksadana. Bahkan IndoPremier, setidaknya lebih dari 200 reksadana yang bisa sobat beli.

Tips

Ada tips yang bisa dilakukan untuk memilih investasi reksadana yang tepat.

  1.  Pastikan dulu jangka waktu serta tujuan sobat dalam berinvestasi.

2.  Pilih beberapa reksadana sesuai target investasi.

3. Tentukan manajer investasi yang cocok setelah melihat Fund Fact Sheet dan Prospektus mereka. Tak ada salahnya sobat untuk memilih manajer investasi yang sudah punya reputasi , atau terbilang pemain lama (di atas 5 tahun).

4.  Bandingkan kinerja reksadana yang sudah sobat tentukan.  (Misalnya 3 produk reksadana).  Untuk membandingkannya, sobat bisa menggunakan tools yang disedakan di websitenya Bloomberg. Di situ juga sobat dapat membandingkannya dengan benchmark (tolok ukur)  IHSG.

cara memilih manajer investasi reksadana
perbandingan kinerja produk reksadana di situs Bloomberg (sumber foto: https://bloomberg.com

Yang perlu diingat adalah belum tentu kinerja Reksadana akan sesuai dengan karakternya. Kita tidak bisa menebak dengan akurat produk mana yang akan paling bagus di masa depan. Setidaknya dengan membandingkan terlebih dahulu, sobat bisa menghindari reksadana yang kinerjanya konsisten kurang baik.

BACA JUGA : Pengalaman Reksadana Tokopedia

Kesimpulan

1. Ketika membeli reksadana, yang kita pilih tidak hanya manajer investasinya, melainkan juga produknya, dan setiap manajer investasi akan memilki banyak sekali produk.

2. Sobat bisa membaca prospektus dan Fund Fact Sheet untuk mencari reksadana yang paling cocok dengan strategi yang sobat inginkan.

3. Sobat sebaiknya menentukan dahulu jangka waktu serta tujuan berinvestasi. Kalau untuk investasi jangka panjang di atas 3 tahun, sobat bisa memilih Reksadana Saham. Namun kalau mau sewaktu-waktu dicairkan (kurang dari 1 tahun), lebih baik pilih Reksadana Pasar Uang.

4. Salah satu cara menentukan pilihan adalah dengan membandingkan kinerja reksadana secara historis. Dengan cara ini, sobat dapat memilih reksadana yang mengalahkan/di atas benchmark, dan tidak salah beli reksadana yang kinerjanya buruk.

5. Perlu kita ingat bahwa kita tidak bisa menebak kinerja suatu reksadana di masa depan. Dengan kata lain, kinerja masa lalu tidak bisa menjamin kinerja di masa depan.

Demikianlah sekilas mengenai cara memilih manajer investasi reksadana terbaik.  Semoga artikel ini dapat menambah wawasan sobat dalam berinvestasi.  Sampaikan kritik dan saran Sobat melalui kolom komentar di bawah. Terima kasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here