Investasi Menguntungkan di Tahun 2020 ==> Sobat IdeInvestasi, di tahun 2020 ini tantangan dan persaingan di sektor perekonomian semakin berat.  Untuk itu, kita harus semakin bijaksana dan cerdas dalam mengambil keputusan termasuk dalam hal investasi.

Jika sobat saat ini masih mencari investasi, tak ada salahnya untuk terus mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya. Yang pasti, jika sobat ingin meraih keuntungan dalam investasi, tentu juga harus sudah siap dengan resikonya.

Semakin menguntungkan sebuah instrumen investasi, maka resiko yang dihadapi juga akan semakin besar.  Namun sebaliknya, semakin rendah risikonya, maka biasanya keuntungan juga tidak semakin besar. Apabila seorang investor mendapatkan tawaran berinvestasi yang untungnya sangat besar, tapi tak ada resikonya. Maka berhati-hatilah, bisa jadi itu adalah skema ponzi.

Di antara, sekian banyak instrumen investasi, sejumlah pakar menyebut setidaknya ada delapan jenis investasi yang berpeluang mendatangkan profit bagi sobat di tahun 2020 ini. Apa saja jenis investasi menguntungkan di tahun 2020 tersebut ?  Simak ulasannya berikut ini :

1. Deposito atau Reksadana Pasar Uang

Keuntungan atau profit kedua jenis investasi ini bisa mencapai antara 5 sampai 7 persen. Ada beberapa bank besar yang memang memberikan rate (bunga)  yang cukup rendah untuk deposito. Tetapi tetap saja banyak investor yang mau menyimpan depositonya di sana.

Sedangkan bank-bank kecil biasanya memberikan rate yang lebih tinggi, atau bahkan cashback. Srategi ini untuk menarik minat nasabah agar mau memindahkan uangnya dari bank besar.

Resiko deposito ini mendekati nol, atau bisa dibilang risk free rate.  Pasalnya, ada jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk deposito yang kurang dari Rp.2 miliar.

Bagaimana dengan reksadana pasar uang?  Ini adalah jenis reksadana yang di dalamnya nanti akan ada deposito-deposito maupun obligasi yang akan jatuh tempo dalam waktu kurang dari 1 tahun.  Reksadana pasar uang ini cocok untuk investasi dalam jangka waktu yang pendek kurang dari 1 bulan. Karena nyaris tidak ada resiko volatilitas. Harganya mayoritas naik terus. Ketika seandainaya sobat mau mencarikan dalam waktu dekat, ini adalah jenis reksadana yang paling cocok.

2.Obligasi Negara

Obligasi negara ini berupa Obligasi Ritel Indonesia, Saving Bond Ritel, Surat Utang Negara dan juga Sukuk. Rekasada yang menggunakan instrumen investasi obligasi negara ini bernama Reksadana Pendapatan Tetap. Sobat sebagai seorang investor harus melihat komposisi dari produk reksadana pendapatan tetap yang sobat beli.

Untuk melihat komposisinya, ada berbagai cara yaitu dengan membaca prospektus dan Fund Fact Sheet. Dalam dua dokumen tersebut akan ditunjukkan tujuan dari reksadana serta komposisi dari aset aset yang dikelola.

Untuk resikonya sendiri juga mirip dengan deposito yaitu mendekati 0 atau risk free rate. Kenapa? Karena sampai saat ini pemerintah Indonesia tidak pernah gagal membayar obligasinya. Namun, ada resiko volatilitas harga dalam jangka pendek. Terutama apabila ada naik turun dari suku bunga Bank Indonesia. Jenis investasi ini cocok untuk investasi jangka menengah.

3. Obligasi Korporasi

Obligasi korporat biasa juga dinamakan sebagai Reksadana Terproteksi atau Reksadana Pendapatan Tetap Obligasi Korporat

Untuk obligasi korporat, profit atau returnnya kurang lebih mencapai sekitar 7 sampai 12%. Sebenarnya  ini tergantung rating obligasi dari lembaga pemeringkat. Lembaga pemeringkat sendiri ada berbagai macam, misalnya SNP, Modis atau Pefindo.

Resiko investasi obligasi korporat ini tidak nol, melainkan tergantung dari gradenya.   Grade sendiri bervariasi mulai dari yang triple A sampai dengan grade yang default. Sebenarnya resikonya ada, tapi kita bisa bilang kecil, apalagi kalau manajer investasi yang membelikan instrumen obligasi yang cukup variatif, tidak hanya di satu perusahaan.  Melainkan banyak sekali perusahaan

Untuk risiko yang lebih tinggi lagi, ada yang namanya simpanan Koperasi. Return dari investasi bisa mencapai  7 sampai 15 persen p.a,  tergantung dari skala koperasinya. Apakah koperasi tersebut memiliki aset yang cukup besar atau kecil.

Resiko investasi di simpanan koperasi jauh lebih besar daripada Obligasi dan Reksadana Pendapatan Tetap, di mana ada resiko keamanan. Ada kasus-kasus pemilik Koperasi itu membawa lari uang nasabahnya.

Di simpanan koperasi pun tidak  lembaga penjamin. Selain itu, ada risiko likuiditas.  Bila di reksadana, sobat bisa mencairkan profit sewaktu-waktu.  Akan tetapi di koperasi, ada beberapa koperasi yang tidak tidak menginginkan anggotanya mencairkan dananya sewaktu-waktu.

Sebelum berinvestasi di koperasi, sebaiknya  jangan asal pilih koperasi. Silakan pilih koperasi yang memiliki karakteristik sebagai berikut :

  • Memiliki track record yang baik, tidak terlibat kasus penipuan, dsb
  • Kalau bisa pilih koperasi ini yang berdiri sebelum tahun 1998, yang dimana pada tahun 1998 ada krisis yang begitu besarnya, bahkan bank besar pun mengalami colaps
  • Cari Koperasi yang pernah mendapatkan award dari lembaga pemerintah atau institusi lainnya
  • Apabila ada koperasi yang menawarkan bunga yang sangat tinggi sekali dan tidak masuk akal (di atas 15%)  jangan senang.  Hal ini justeru harus dihindari karena sangat beresiko.

4.  Peer to peer  (P2P) Lending

Investasi ini memiliki return yang cukup bervariasi, tergantung dari tipe pinjamannya. Ada invoice financing, ada pinjaman produktif dan ada juga yang konsumtif. Dari platfomnya, struktur fee P2P lending ini biasanya berbeda beda. Ada tingkat gagal bayar, serta tergantung dari skor kredit pinjaman tersebut.

Risikonya gagal bayar pada P2P lending ini lebih tinggi dibandingkan instrumen fixed income lainnya. Ada risiko likuiditas khususnya untuk pinjaman jangka panjang. Tingkat gagal bayar jauh lebih tinggi dibandingkan instrumen-instrumen lainnya karena tidak ada lembaga pemeringkat dari pinjaman-pinjaman, sehingga hanya mengandalkan tim credit scoring masing-masing platform P2P Lending ini.

Tips untuk berinvestasi di platform ini :

  • Pilihlah yang fintech P2P Lending  yang terdaftar dan memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  • Prioritaskan loan yang lebih aman. Pilihlah yang sudah mendapatkan pendanaan Syariah dari Venture Capitalist
  • Fokuslah untuk menghindari pinjaman pinjaman yang berisiko misalnya pinjaman-pinjaman yang memiliki grade C atau D

6. Reksadana saham

Reksadana saham ini memiliki return yang cukup variatif. Akan tetapi, apabila reksadana-reksadana tersebut memiliki saham-saham Blue Chip, maka returnnya akan menyerupai IHSG (Index Harga Saham Gabungan).  Return IHSG sendiri dimulai dari tahun 1982 sampai 2019 itu berkisar kurang lebih 12%, di mana pada tahun 1982 IHSG start pada harga index 100 dan sekarang kurang lebih IHSG sudah di 6200.

BACA JUGA : Mengenal Investasi Reksadana

Itu masih belum dipotong dengan management fee yang biasanya berkisar antara 1 sampai 4%. Untuk resikonya termasuk tergolong resiko yang high risk karena investasi ini memiliki resiko volatilitas (harga bisa naik turun) sehingga haruslah berinvestasi dalam jangka waktu yang cukup lama, agar resiko volatilitas bisa berkurang.

Tips untuk investasi reksadana saham ini di antarnya ; pilihlah manajer investasi atau produk reksadana saham yang management fee nya atau expense ratio nya itu paling kecil. Jangan memilih reksadana saham yang hanya fokus pada satu sektor saja, melainkan harus yang terdiversifikasi. Sobat dapat mengecek profil dari produk reksadana saham ini di fund fact sheet maupun di prospektus.

BACA JUGA :  Memilih Manajer Investasi Reksadana Terbaik

7. Saham

Investasi saham memiliki dua jenis return. Yang pertama adalah capital gain dari kenaikan aset yang kita beli. Sedangkan yang kedua adalah deviden yang didapatkan dari hasil laba perusahaan. Biasanya laba yang akan dibagikan kepada para investor akan ditetapkan di rapat umum pemegang saham.

Return saham ini lebih bervariasi lagi dibandingkan Reksadana Saham.  Di investasi reksadana saham ada regulasi yang mengatur beberapa hal seperti batasan atau jumlah saham serta komposisinya. Sedangkan untuk invetasi saham, sobat bebas memilih. Apakah mau masuk di satu saham saja ataupun berapa pun, sobat bebas memilih.

Apabila sobat memiliki saham-saham yang blue chip, maka return juga mengikuti IHSG, yaitu kurang lebih di sekitar plus minus 12%. Dividen dari saham-saham blue chip itu sendiri biasanya berkisar antara 1 sampai 3%.

Untuk resikonya, saham ini lebih beresiko lagi dibandingkan Reksadana Saham.  Investasi ini cocok untuk jangka waktu lebih dari 3 tahun.  Banyak startegi dalam investasi saham ini, misalnya  value investing, dividen investing, growth investing dan juga momentum investing.

Namun yang perlu diingat jika sobat melakukan trading, tetapi menganggap apa yang dilakukan sobat adalah investasi itu adalah hal yang salah. Tradingi sendiri boleh-boleh saja, tetapi ingat, itu bukanlah investasi, melainkan suatu pekerjaan.

8. Properti

Investasi properti ini memiliki keuntungan yang sangat relatif, tergantung dari lokasi. Tetapi, biasanya return bisa terbagi menjadi dua bagian. Yang pertama, keuntungan dari sewa yaitu kurang lebih plus minus sekitar 3 sampai 5% p.a (per annum) dari total harga properti itu sendiri. Sedangkan return dari kenaikan harga properti, yaitu kurang lebih 5 sampai 10% (p.a).

Resiko terbesar properti bukan di volatilitas. Berbeda dengan saham yang harganya naik turun waktu waktu, risiko terbesar dari properti adalah likuiditas. Properti tidak bisa dijual sewaktu-waktu. Sedangkan saham, sobat bisa menjualnya kapan saja dan uangnya bisa langsung dicairkan.

Di investasi properti juga terdapat resiko lain, yakni penurunan harga bangunan. Perlu diingat, bangunan itu merupakan aset yang depresiatif. Sehingga pasti ada biaya-biaya yang dibutuhkan untuk melakukan maintenance atau renovasi.

Resiko lain dari investasi properti adalah tak bisa dijual sedikit demi sedikit atau sebagiannya saja. Tidak mungkin kalau sobat menjual rumah hanya di bagian garasinya saja. Saat menjual properti, yang dijual biasanya seluruhnya.

Perlu diingat pula, apabila berhasil mencicil rumah rumah yang kita tempati, itu sebenarnya bukanlah aset investasi. Kenapa? karena rumah tersebut tidak menghasilkan cash flow bagi sobat. Terkecuali, apabila ada satu atau dua kamar yang memungkinkan disewakan atau kita jadikan misalnya kamar kos.

Nah sobat IdeInvestasi. Demikianlah penjelasan mengenai delapan jenis investasi menguntungkan di tahun 2020. Ini bisa dijadikan pertimbangan untuk segera melakukan investasi. Tetapi jangan lupa, apapun investasi yang sobat pilih itu harus sesuai dengan toleransi risiko dari masing-masing.  Selamat meraih investasi menguntungkan di tahun 2020 ini !!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here