pengalaman menabung emas di pegadaian
cara investasi emas (sumber : www.pixabay.com)

Investasi Emas Antam — Bicara soal ivestasi, logam mulia atau emas dapat dibilang sebagai salah satu primadona. Emas adalah investasi yang paling seksi dibandingkan produk lainnya, khususnya untuk investasimenengah dan jangka panjang.

Fakta menunjukkan, harga emas memang terus mengalami kenaikan dalam kurun waktu satu dasawarsa terakhir. Seperti dilansir portal Okezone, di awal tahun 2020 ini harga emas semakin mengkilau. Dalam tiga pekan terakhir di bulan Januari 2020 harganya telah naik ke level tertinggi. Terhitung pada akhir Januari 2020, harga emas PT Antam telah menyentuh angka Rp774.000 per gram.

BACA JUGA : Tips Investasi Emas bagi Pemula

“Kalau harga emas naik ke level tertinggi dalam hampir tiga pekan pada penutupan perdangan Senin (atau Selasa pagi waktu Jakarta). Terhitung pada Selasa (28/1), harga emas @official.antam menyentuh angka Rp 774.000 / gram,” tulis akun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengutip dari keterangan akun instagram resmi @kesdm, Selasa (28/1/2020).

BACA JUGA : Lakukan 4 Hal ini, Kamu Bisa Kaya di Usia 40an

Nilai Investasi Emas Antam dalam 10 Tahun

Jika kita teliti grafik kenaikannnya dalam 10 tahun terakhir, pertumbuhan harga emas memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Logam mulia yang kebanyakan dijadikan perhiasan dan pilihan investasi ini, mengalami perkembangan signifikan dari waktu ke waktu. Hasil analisa menunjukkan,  pada 10 tahun yang lalu hargaa emas berkisar pada harga Rp360.000-an. Dibandingkan harga sekarang, kenaikannya sudah mencapai 107 persen dalam kurun satu dasawarsa.

Menurut sebuah laporan, produksi emas primer pada 2019 lalu menghasilkan sebanyak 108,2 ton emas. Melihat tren pasar yang terus fluktuatif, apakah produksi yang fantastis ini bakal mempengaruhi harga emas?

Faktor yang mempengaruhi

Ada banyak faktor yang mempengaruhi naiknya harga emas di pasaran. Beberapa di antaranya adalah nilai tukar Dolar AS, suku bunga, permintaan dan penawaran, ketidakpastian global, jumlah cadangan emas di bank-bank sentral, serta permintaan dari industri perhiasan seperti India, China, Amerika Serikat.

Menilik pada fakta-fakta di atas, bisa dikatakan Indonesia memiliki potensi yang cukup besar dari sektor mineral yaitu emas. Sebagai contoh, tambang Graseberg yang dikelola oleh PT Freeport Indonesia, memiliki cadangan emas sebesar 106,2 juta ons. Itu belum termasuk tambang lain yang ada di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here